KEMISKINAN BENGKULU UTARA PERLAHAN BANGKIT PASCA PANDEMI COVID-19

- Senin, 6 Desember 2021 | 09:35 WIB
Nelse Trivianita, SST – Penanggung Jawab Fungsi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Bengkulu Utara
Nelse Trivianita, SST – Penanggung Jawab Fungsi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Bengkulu Utara

BENGKULU - "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri," begitulah dikatakan oleh salah satu pahlawan Indonesia, Ir. Soekarno. Sudah 76 tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, akan tetapi masih banyak masalah-masalah yang membelenggu masyarakat Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Ir. Soekarno tersebut, saat ini perjuangan telah bergeser bentuknya. Jika dahulu perjuangan dilakukan guna melawan penjajah, maka perjuangan sekarang dilakukan guna melawan permasalahan bangsa, seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham-paham radikal serta perjuangan melawan pandemi Covid-19. Hal yang paling sering menjadi sorotan terutama adalah kemiskinan karena kemiskinan bisa dikatakan merupakan akar dari timbulnya permasalahan-permasalahan yang lain.

Pandemik Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar terutama terhadap perekonomian, menyebabkan lesunya perekonomian global maupun nasional dan regional. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi negatif pada tahun 2020, tidak terkecuali Kabupaten Bengkulu Utara. Meskipun selama tahun 2020 PDRB Bengkulu Utara bertumbuh sekitar 0,02 persen, namun mengalami perlambatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka kemiskinan pun ikut naik yaitu dari 11,65 persen pada tahun 2019 menjadi 11,67 persen pada tahun 2020. Hal ini menambah PR kepada pemerintah khususnya Kabupaten Bengkulu Utara untuk kembali pulih setelah terpaan Pandemik Covid-19.

Pada tahun 2021, Kabupaten Bengkulu Utara tampak perlahan mulai bangkit pasca Pandemik Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya angka kemiskinan Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2021 yaitu menjadi 11,61 persen. Ada banyak hal yang mendukung menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Utara. Jika dilihat dari angka pengangguran, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bengkulu Utara terus menurun dari tahun 2019 hingga tahun 2021 yaitu menjadi 3,51 persen pada tahun 2021. TPT Kabupaten Bengkulu Utara turun sebesar 0,31 persen bila dibandingkan tahun 2020. Semakin turunnya pengangguran menunjukkan bahwa semakin banyak penduduk Bengkulu Utara yang memiliki pekerjaan, hal ini berdampak pada bertambahnya pendapatan penduduk. Semakin banyak penduduk yang memiliki pendapatan tentunya akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Sektor unggulan di Kabupaten Bengkulu Utara yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan pun mulai pulih. Hal ini berkontribusi besar terhadap menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Utara.  Kontribusi kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2020 atas dasar harga berlaku mencapai 3,23 triliun rupiah atau sebesar 38,40 persen. Kategori ini tumbuh sebesar 0,11 persen pada tahun 2020.  Perlu digarisbawahi bahwa Kabupaten Bengkulu Utara merupakan penghasil terbesar se-Provinsi Bengkulu untuk sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Hal ini dapat dilihat dari PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Menurut Lapangan Usaha tahun 2020 untuk Kategori A (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) Kabupaten Bengkulu Utara merupakan yang tertinggi di Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 3,23 Triliun Rupiah.

Bila kita lihat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu, pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 3,26 persen menjadi 128,78. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya dan pendapatan ini meningkat pula dari tahun 2020. Adapun jumlah pekerja sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara merupakan yang tertinggi se-Provinsi Bengkulu yaitu 83.955 jiwa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendapatan penduduk Bengkulu Utara khususnya yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2020. Hal ini tentunya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terlihat dari menurunnya angka kemiskinan.

Berbagai upaya dilakukan untuk bertahan dan kemudian bangkit setelah terpaan pandemik Covid-19. Meskipun sudah ada peningkatan di beberapa sisi, akan tetapi kita tidak boleh berpuas diri terlebih dahulu. Masih banyak PR yang harus diselesaikan, baik oleh kita individu maupun pemerintah. Kolaborasi dan sinergi yang baik dari seluruh pihak akan memungkinkan kita untuk keluar dari krisis ini. Jauh kedepan, harapan kita tidak hanya bangkit pasca pandemik Covid-19, melainkan dapat keluar dari masalah kemiskinan yang masih terus menghantui bangsa ini. (AH)

Editor: Andi Hartono

Tags

Terkini

Reuni Akbar PGAN Manna Angkatan 1967-1983

Senin, 13 Desember 2021 | 19:20 WIB

Terpopuler

X