PMKRI BENGKULU Minta Bebaskan Masyarakat Jenggalu dan 2 orang Kadernya

- Selasa, 4 Januari 2022 | 09:00 WIB
Ketua Presidium PMKRI Bengkulu, Josef Wiranto Simanungkalit
Ketua Presidium PMKRI Bengkulu, Josef Wiranto Simanungkalit

BENGKULU - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bengkulu meminta aparat penegak hukum di Bengkulu membebaskan delapan warga yang ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal pencurian sawit di eks HGU PT Jenggalu Permai. Delapan warga itu diketahui terdiri dari lima warga Desa Jenggalu, seorang aktivis Ormas, dan dua kader PMKRI.

PMKRI menilai, tuduhan maling itu tidak tepat karena apa yang dilakukan petani dan mahasiswa itu sejatinya adalah aksi protes terkait ketidak-jelasan status HGU di wilayah Desa Jenggalu tersebut.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Bengkulu Josef Wiranto Simanungkalit dalam rilisnya menegaskan, tindakan mempidanakan warga dan mahasiswa oleh PT Agri Andalas merupakan bentuk arogansi dan langkah kerdil dalam melihat konteks persoalan yang sebenarnya.

Seharusnya, kata Josef, para pihak fokus kepada persoalan kepastian hukum penguasaan HGU. Bukan memperkarakan aksi protes warga dan mahasiswa yang bertujuan meminta kepastian dari pemerintah.

Adapun aksi memanen sawit bersama, kata Josef, tidak tepat dipidanakan dengan pasal pencurian. Sebab aksi itu sejatinya merupakan bentuk protes warga dan mahasiswa terhadap PT Agri Andalas yang secara sepihak memanfaatkan keadaan eks HGU PT Jenggalu Permai.

Aksi memanen sawit bersama pada 8 November 2021, tambah Josef, juga dilakukan secara terbuka yang dihadiri sekitar 30 warga Desa Jenggalu. Aksi itu juga disaksikan langsung aparat kepolisian dari Resort Seluma, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan PT Agri Andalas, unsur Kecamatan, pemerintah desa dan diliput sejumlah media massa.

“Kalau maling tidak mungkin mengundang orang banyak dengan berbagai latar belakang profesi dan jabatan. Jadi jelas aksi itu hanya bentuk protes warga kepada berbagai pihak yang tidak segera memastikan status lahan. Jadi jangan lah aksi sosial itu dijawab dengan mengkriminalkan warga dan mahasiswa. Itu sungguh tak adil. Jadi bebaskan semua warga dan mahasiswa. Itu bukan solusi. Akar masalahnya kepastian legalitas lahan eks HGU Jenggalu,” ujarnya.

Karena itu, PMKRI Cabang Bengkulu meminta aparat penegak hukum di Bengkulu untuk tidak membuat keputusan hukum yang mengabaikan akar persoalan yang sebenarnya.

“Kami menilai segala tindakan dan upaya yang dilakukan oleh delapan orang itu merupakan wujud dari perjuangan untuk memperoleh transparasi atas kepemilikan lahan eks HGU PT Jenggalu Permai yang diklaim oleh PT Agri Andalas,” tukasnya.

Halaman:

Editor: Andi Hartono

Tags

Terkini

Ikatan Keluarga Kedurang Berbagi Sembako Ramadhan

Minggu, 24 April 2022 | 16:15 WIB

Rasa Sakit

Kamis, 31 Maret 2022 | 13:35 WIB

Tersenyum

Selasa, 29 Maret 2022 | 20:30 WIB

Siapa yang tahu?

Senin, 28 Maret 2022 | 19:15 WIB

Penyesalan

Sabtu, 26 Maret 2022 | 20:55 WIB

Bagaimana Menggunakan Akal

Jumat, 25 Maret 2022 | 19:50 WIB

Pilihan dan Memilih

Kamis, 24 Maret 2022 | 21:05 WIB

Terpopuler

X