Sesalkan Sistem Pertamina Yang Amburadul, Konsumen Tidak Dilayani Beli BBM

- Kamis, 8 September 2022 | 13:10 WIB
Arman Suri, warga kota Bengkulu
Arman Suri, warga kota Bengkulu

 

 

Bengkulu - Salah seorang warga masyarakat Kota Bengkulu bernama Arman Suri menyesalkan terkait sistem yang diberlakukan oleh Pertamina di SPBU saat pengisian BBM. Dimana Bendahara Umum DPD KNPI Kota Bengkulu itu nyaris ribut di SPBU Kilometer 6,5 akibat tidak dilayani untuk membeli BBM, "Tadi sekitar jam 10 saya mulai antrian di SPBU KM 6,5 setelah antri cukup lama hingga pukul 11.05 WIB untuk BBM jenis pertalite. Ketika menunjukkan STNK kendaraan, kata petugas SPBU tadi pagi mobil dengan plat nomor BD 1712 LA sudah melakukan pengisian BBM di SPBU Curup Kabupaten Rejang Lebong. Padahal sudah dua bulan terakhir mobil saya ini tidak pernah ke Curup, dan pengisian di Curup itu sekitar pukul 09.17 WIB. Dengan estimasi waktu tempuh saja tidak bisa menunjukkan bukti bahwa mobil saya ada di Curup tadi pagi.

Setelah itu petugas SPBU mempertemukan saya dengan pimpinan SPBU KM 6,5 bernama Surya Darmawan manager SPBU 2438220 menerangkan mobil BD 1712 LA telah melakukan pengisian BBM di SPBU Curup. Dan dia tidak menyebutkan jenis mobil dengan plat nomor yang disebutkan, mobil saya ini bisa saja sama plat nomor dengan mobil yang ada di Curup tapi beda jenis mobilnya. Tapi SPBU KM 6,5 tetap ngotot tidak mau mengisi Pertalite hingga sempat terjadi perdebatan dengan saya. Namun karena saya melihat antrian kendaraan di SPBU semakin panjang, akhirnya saya mengalah dan tidak jadi dilayani untuk mengisi BBM," cerita Arman yang kesal dengan sistem pembelian BBM di SPBU, padahal minyak mobilnya sudah tinggal satu garis, Kamis (8/9).

 

Masih terlihat kesal, Arman mengatakan bahwa sistem pembelian BBM saat ini sangat tidak berpihak pada rakyat. Selain harga BBM yang naik, ditambah lagi sistem pembeliannya mempersulit konsumen, "Sistem pembelian BBM ini mau pakai aplikasi My Pertamina atau secara manual, yang jelas sistemnya amburadul. Masyarakat kecewa dan saya merasa dirugikan karena selain habis. Waktu menunggu antrian hingga akhirnya tidak terlayani," terang Arman.

Ditambahkan oleh Heri salah seorang warga Kota Bengkulu lainnya. Dia juga menceritakan kejadian yang dialaminya saat ingin mengisi BBM di SPBU, ketika dia mencoba untuk scan barcode my pertamina. Ternyata aplikasinya lemot, sementara yang antri di belakangnya masih sangat panjang, "Aplikasinya sering lemot, dan ini jelas menghambat proses pembelian BBM di SPBU sementara yang antri semakin panjang," sesal Arman. 

 

Jika sistem ini tidak diperbaiki dan diawasi secara merata oleh pemerintah maka niscaya hal serupa akan terjadi dimana-mana yang berdampak pada ketidak nyamanan konsumen terhadap pelayanan SPBU dibawah naungan PERTAMINA, hal ini harus segera diatasi oleh pemerintah yang berkaitan agar dikemudian hari tidak ada lagi sikap arogansi dari pihak SPBU. (AH)

Halaman:

Editor: Andi Hartono

Tags

Terkini

Apalagi Alasan Tidak Kuliah

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:55 WIB

Presidium MD KAHMI Bengkulu Utara Terpilih

Sabtu, 23 Juli 2022 | 20:10 WIB

Rumah Kebudayaan Dusun Tuo

Sabtu, 23 Juli 2022 | 16:55 WIB

Zacky; Kader harus Miliki Tiga Kecerdasan

Minggu, 10 Juli 2022 | 21:20 WIB

Ikatan Keluarga Kedurang Berbagi Sembako Ramadhan

Minggu, 24 April 2022 | 16:15 WIB

Rasa Sakit

Kamis, 31 Maret 2022 | 13:35 WIB

Terpopuler

X