Menelusuri Perjalanan Haji Bag. 18 Umroh (Pentingnya Manasik Haji)

- Minggu, 3 Juli 2022 | 15:20 WIB
Ustadz H. Junaidi Hamsyah (Gubernur Bengkulu 2012-2015)
Ustadz H. Junaidi Hamsyah (Gubernur Bengkulu 2012-2015)

BENGKULU - Setibanya di Mekkah dengan pakaian ihram membuat kita agak ribet, ekstra hati-hati dan ingin segera menunaikan ibadah umroh. Disamping rasa ingin tahu kepada Baitullah dan Ka'bah yang mendunia itu juga ingin melepaskan pakaian ihram untuk diganti dengan pakaian sehari-hari.

 

Pelaksanaan umroh dilakukan per rombongan. Masing-masing ketua regu bertanggung jawab atas anggota regunya. Jama'ah yang sakit atau yang tidak kuat lagi tawaf dan sa'i terlebih dahulu dicarikan kursi roda plus tenaga yang mendorong jama'ah tersebut. Jasa atau upah tukang dorong kursi roda dibayar sendiri oleh jama'ah biasanya sekitar 300 sampai 400 Riyal. Mulai dari hotel sampai diantar ke hotel kembali. Jama'ah yang sehat di briefing dulu dengan berbagai penjelasan. Mulai dari keberangkatan dari hotel harus tertib dan dengan bacaan talbiyah sesampai di Baitullah memasuki pintu dengan doa Allahumma antas salam sampai selesai, begitu terlihat Ka'bah berdoa lagi Allahumma zid hâdzal baita sampai selesai semuanya dibimbing oleh ketua rombongan.

 

 

Lalu memasuki pelataran Ka'bah untuk mencari garis star yakni lampu hijau yang sejajar dengan hajar Aswad sambil memasang niat tawaf nawaitu thawaafa baitikal mu’azhzhami sab’ata asyawaathin fayassirhu lii wa taqabbalhu minnii bismillaahi Allahu Akbaru Allahu Akbaru wa lillaahil hamdu. Setelah baru memulai tawaf 7 keliling. Usai tawaf melaksanakan tawaf jama'ah mundur seluruh dengan Multazam (antara hajar Aswad dengan pintu Ka'bah) untuk shalat sunnat tawaf lalu berdoa (semua doa-doanya ada dalam buku saku) setelah berdoa lalu minum air zamzam yang tersedia di seputaran Ka'bah. Sebelum minum air zamzam terlebih dulu berdoa. Sambil istirahat yang tidak bisa lama ketua rombongan menghitung jumlah jama'ah. Bila sudah lengkap jama'ah diajak ke belakang menuju tempat Sa'i yakni berjalan dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak 7 kali. Dimulai dari Shafa berakhir di Marwah. Setelah usai 7 putaran istirahat di Marwah sambil menghitung jumlah jama'ah. Baru tahallul yakni menggunting rambut.

Ketua rombongan meminta digunting dulu rambutnya oleh orang yang sudah tahallul baru ketua rombongan boleh menggunting rambut jama'ah lainnya. Laki-laki tidak boleh menggunting rambut perempuan kecuali isteri, anak atau ibunya. Lalu perempuan yang sudah di gunting tersebut boleh menggunting rambut jama'ah perempuan lainnya. Bagi laki-laki sebaiknya mencukur habis rambut atau botak ke barber shop bisa juga di pangkas tidak botak. Biasanya kalau botak bayar 10 Riyal kalau pangkat tidak botak 15 riyal. Untuk pangkas bisa dilakukan setelah kembali ke hotel agar bisa melepaskan pakaian ihram dan dengan demikian tuntas sudah larangan ihram. Adakah tour wisata di Mekkah. Besok kita bahas.

 

Pagar Dewa, 01072022

Halaman:

Editor: Andi Hartono

Tags

Terkini

Ketenangan Batin

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 20:00 WIB

137.443.000.000

Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:15 WIB

Tentang Beratnya Tanggung Jawab

Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:10 WIB

Renungan Muharram

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:50 WIB

Bulan Apa Rasulullah Berhijrah

Minggu, 31 Juli 2022 | 20:05 WIB

Selamat Tahun Baru Hijriah

Sabtu, 30 Juli 2022 | 20:10 WIB

Mana yang Baik antara Penghianat dengan Penjilat

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:50 WIB

Menjembatani Orang

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:45 WIB

Bermacam Ragam

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:40 WIB

Selamat Berkumpul Kembali

Senin, 25 Juli 2022 | 19:30 WIB

Tuhan, Izinkan Kami Mengeluh

Minggu, 24 Juli 2022 | 19:30 WIB

Menelusuri Perjalanan Haji Bag. 34 Menuju Jeddah

Minggu, 17 Juli 2022 | 20:10 WIB

Menelusuri Perjalanan Haji Bag. 33 Tawaf Wada'

Minggu, 17 Juli 2022 | 20:00 WIB
X